Tinjauan Perencanaan Runway Dan Taxiway Bandara Internasional Bandara - Bagian Articles
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Abstrak. Bandar Udara Internasional Minangkabau Bandara udara merupakan fasilitas penunjang moda transportasi pesawat terbang yang dapat meningkatkan perekonomian dan sangat diminati masyarakat saat ini karena ketepatan waktu. BIM dengan pusat Kota Padang hanya berjarak kira-kira 23 km yang termasuk dalam wilayah Ketaping, Kec. Batang Anai, Kab. Padang Pariaman. Mulai pembangunan bandara Minangkabau tahun 2001 dengan biaya yang cukup besar Rp. 97.000.000.000,- (sembilan puluh tujuh milyar) atau sekitar 9,4 milyar yen yang didapat dari pinjaman Japan Bank International Coorporation (JICB) sebesar 10 % dari uang 97 milyar. Sedangkan pihak kontraktornya dari Jepang yakni Shimizu dan Marubeni Corp dan dari Indonesia kontraktornya PT. Adhi Karya. Tujuannya dari penelitian ini adalah memperoleh kebutuhan panjang runway dan taxiway dan yang sebenarnya sesuai kebutuhan pesawat yang akan dilayani di Bandar Udaran Minangkabau. sedangkan taxiway didapatkan hasil dari panjang taxiway sebesar 30 m dan lebar taxiway sebesar 103 m, dan apron sebesar 224 m dn panjang apron sebesar 142 m.