ANALISA SALURAN TERSIER PADA DAERAH IRIGASI DI KELURAHAN KAMPUNG MANGGIS KOTA PADANG PANJANG PROVINSI SUMATERA BARAT
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Jaringan irigasi tersier merupakan komponen krusialdalam sistem irigasi karena berfungsi mendistribusikanair secara langsung ke lahan pertanian. Di KelurahanKampung Manggis, Kota Padang Panjang, kondisisaluran tersier mengalami berbagai permasalahan sepertisedimentasi, pertumbuhan gulma, penyempitanpenampang, dan ketidakseragaman dimensi saluran yang menyebabkan aliran air menjadi tidak stabil dan berpotensi mengganggu produktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fisikdan kinerja saluran irigasi tersier, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerjanya, serta menilaikapasitas saluran dalam mendistribusikan air di daerahirigasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalahpendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan, meliputi pengukuran dimensi saluran, perhitungan debit air menggunakan metode rasional dan Haspers, sertaanalisis hidrologi curah hujan sepuluh tahun terakhir(2015-2024) dengan metode Gumbel. Hasil penelitianmenunjukkan debit aktual saluran tersier hanya sebesar0,41 m3/detik pada saluran pertama dan 0,25 m3/detikpada saluran kedua, sementara debit rencana mencapai1,67 m3/detik. Meskipun demikian, dimensi saluraneksisting secara hidraulis masih mampu menampungdebit rencana tersebut. Permasalahan utama di lapanganberupa sedimentasi, gulma, dan ketidakteraturan dimensisaluran menjadi penyebab aliran air tidak stabil. Disimpulkan bahwa diperlukan pemeliharaan berkala, rehabilitasi bagian saluran yang rusak, serta penguatanperan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalampengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi agar distribusi air dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.