Analisis Pengaruh Metode Dan Durasi Perawatan Beton Terhadap Kuat Tekan Dan Absorpsi Beton Normal (F'C 20 Mpa)
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Abstrak. Perawatan (curing) beton berperan penting dalam menjaga kelembapan permukaan beton agar hidrasi semen berlangsung optimal, sehingga kuat tekan dan durabilitas beton tercapai sesuai rencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode perawatan (perendaman, curing compound, dan tanpa perawatan) serta durasi perawatan (14 dan 28 hari) terhadap kuat tekan beton normal f’c 20 Mpa, serta mengetahui nilai absorpsi beton yang dirawat dengan metode perendaman dan curing compound pada umur 28 hari. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Teknik Sipil UM Sumatera Barat menggunakan 16 benda uji kubus 15x15x15 cm. Hasil penelitian menunjukkan metode curing compound menghasilkan kuat tekan tertinggi, yaitu 15,5 Mpa (14 hari) dan 21,55 Mpa (28 hari), telah memenuhi kuat tekan rencana, metode perendaman menghasilkan 11,55 Mpa dan 13,30 Mpa, sedangkan tanpa perawatan menghasilkan nilai terendah 10,2 Mpa dan 12,43 Mpa, keduanya belum mencapai kuat tekan rencana. Nilai absorpsi umur 28 hari pada metode curing compound (3,77%) lebih rendah dibanding perendaman (4,17%). Disimpulkan bahwa curing compound merupakan metode perawatan paling efektif ditinjau dari kuat tekan maupun ketahanan terhadap absorpsi air.