Evaluasi Penjadwalan Proyek Konstruksi Berbasis Analisis Retrospektif Menggunakan BIM 4D Pada Gedung Perpustakaan Bukittinggi

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Hilman Arifin Muhammad
Ana Susanti Yusman
Deddy Kurniawan

Abstrak

Keterlambatan masih menjadi permasalahan utama pada proyek konstruksi pemerintah di Indonesia, namun evaluasi jadwal secara retrospektif menggunakan Building Information Modeling (BIM) 4D masih jarang dilakukan dibandingkan pendekatan prediktif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan representasi BIM 4D dari jadwal rencana dan aktual, mengukur deviasi waktu berdasarkan item pekerjaan maupun minggu pelaksanaan, serta mengidentifikasi pekerjaan kritis penyebab keterlambatan pada Proyek Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Umum Kota Bukittinggi. Metode penelitian meliputi pemodelan bangunan dengan Autodesk Revit berdasarkan Detail Engineering Design (DED), diintegrasikan dengan dua skenario jadwal melalui fitur Timeliner pada Autodesk Navisworks, serta perhitungan Schedule Variance (SV) terhadap 27 item pekerjaan dan 31 minggu pelaksanaan. Hasil menunjukkan proyek mengalami perpanjangan dari 30 menjadi 31 minggu melalui addendum. Dari 27 item pekerjaan, 3 item Sangat Terlambat, 4 Terlambat, 18 Sesuai Rencana, dan 2 dihapus. Deviasi mingguan terbesar terjadi pada Minggu ke-16 (SV = -16,28%). Tiga pekerjaan kontributor utama keterlambatan adalah Dinding Geser Lantai 2, Kolom +12,00, dan Atap, disebabkan kekurangan tenaga kerja terampil, keterlambatan material, cuaca, dan revisi desain. Visualisasi BIM 4D terbukti mampu mengidentifikasi elemen bangunan yang tertinggal secara spasial, sesuatu yang tidak dapat ditunjukkan metode konvensional seperti bar chart dan kurva S.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Muhammad, H. A., Ana Susanti Yusman, & Kurniawan, D. (2026). Evaluasi Penjadwalan Proyek Konstruksi Berbasis Analisis Retrospektif Menggunakan BIM 4D Pada Gedung Perpustakaan Bukittinggi. Rangkiang Jurnal , 2(2), 168–178. Diambil dari https://rangkiangjurnal.com/index.php/rangkiang/article/view/246