ANALISIS PENGARUH ABU BONGGOL JAGUNG SEBAGAI FILLER TERHADAP KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS PASIR PALEMAYAN

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Dicky Juliantwo Fernandes
Deddy Kurniawan
Ana Susanti Yusman

Abstrak

Penggunaan material alternatif ramahlingkungan dari limbah pertanian, seperti abu bonggoljagung (ABJ), menjadi salah satu solusi untukmengurangi konsumsi semen dan biaya konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhsubstitusi sebagian semen dengan abu bonggol jagung(variasi 0%, 3%, dan 6%) terhadap workability (nilaislump) dan kuat tekan beton K-250 (f’c = 20,75 MPa) yang menggunakan agregat halus lokal pasirPalembayan. Benda uji yang digunakan berbentuksilinder berukuran Ø 15 cm × 30 cm, denganpengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari melalui metode perendaman (curing). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abubonggol jagung menurunkan nilai workability beton. Nilai slump menurun seiring meningkatnya persentaseABJ, yaitu 10 cm pada beton normal (0%), 7 cm pada variasi ABJ 3%, dan 6 cm pada variasi ABJ 6%, akibat daya serap air ABJ yang lebih tinggi darisemen. Sementara itu, hasil uji kuat tekan rata-rata beton umur 28 hari menunjukkan bahwa beton normal mencapai 20,59 MPa, beton dengan campuran ABJ 3% mengalami peningkatan menjadi 21,50 MPa, dan campuran ABJ 6% mencapai 20,75 MPa. Kesimpulannya, substitusi semen dengan abu bonggoljagung kadar 3% merupakan variasi paling optimum yang dapat meningkatkan kuat tekan beton sekaligusmendukung pemanfaatan limbah yang ramahlingkungan.


 

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Juliantwo Fernandes, D., Kurniawan, D., & Ana Susanti Yusman. (2026). ANALISIS PENGARUH ABU BONGGOL JAGUNG SEBAGAI FILLER TERHADAP KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS PASIR PALEMAYAN. Rangkiang Jurnal , 2(2), 112–118. Diambil dari https://rangkiangjurnal.com/index.php/rangkiang/article/view/241