Pengaruh Kadar Serat Bambu Betung sebagai Pengganti Sebagian Agregat Halus terhadap Kuat Tekan Beton Mutu FC 20 MPa

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Sayid Sufi Fadhil
Deddy Kurniawan
Zuheldi

Abstrak

Beton serat merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan kinerja beton dengan memanfaatkan bahan alam terbarukan, sedangkan kajian penggantian agregat halus dengan serat bambu betung pada mutu f'c 20 MPa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kadar serat bambu betung (Dendrocalamus asper) sebagai pengganti sebagian agregat halus terhadap kuat tekan beton mutu f'c 20 MPa dan menentukan kadar optimumnya. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan perencanaan campuran berdasarkan SNI 03-2834-2000. Kadar serat divariasikan 0%, 2%, dan 4% dari berat agregat halus, dengan benda uji silinder 15 × 30 cm sebanyak tiga buah untuk setiap variasi pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil menunjukkan nilai slump menurun dari 10 cm (0%) menjadi 9 cm (2%) dan 8,3 cm (4%). Pada umur 28 hari kuat tekan rata-rata beton normal, 2%, dan 4% berturut-turut adalah 20,59 MPa, 20,89 MPa, dan 22,87 MPa, sehingga kadar optimum di antara variasi yang diuji adalah 4% dengan peningkatan 11,07% dibandingkan beton normal. Pada umur 7 dan 14 hari kuat tekan beton bersubstitusi serat masih lebih rendah daripada beton normal. Penggantian sebagian agregat halus dengan serat bambu betung hingga 4% dapat menghasilkan beton yang memenuhi mutu f'c 20 MPa.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Fadhil, S. S., Kurniawan, D., & Zuheldi. (2026). Pengaruh Kadar Serat Bambu Betung sebagai Pengganti Sebagian Agregat Halus terhadap Kuat Tekan Beton Mutu FC 20 MPa. Rangkiang Jurnal , 2(2), 220–226. Diambil dari https://rangkiangjurnal.com/index.php/rangkiang/article/view/240