Perbandingan Kinerja Campuran Aspal (AC-WC) Menggunakan Agregat Dari Quarry Lubuk Alung Dan Quarry Halaban Berdasarkan Metode Bina

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Nailatul Fadillah
Selpa Dewi
Zuheldi

Abstrak

Abstrak. Kinerja campuran aspal sangat dipengaruhi oleh karakteristik agregat sebagai komponen utama campuran. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja campuran Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) menggunakan agregat Quarry Lubuk Alung dan Quarry Halaban serta menentukan sumber agregat yang memberikan kinerja terbaik berdasarkan parameter Marshall dan permeabilitas. Penelitian dilakukan secara eksperimen di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Agregat berasal dari Quarry Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, dan Quarry Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, sedangkan bahan pengikat yang digunakan adalah aspal penetrasi 60/70. Variasi kadar aspal yang digunakan adalah 4,0%; 4,5%; 5,0%; 5,5%; dan 6,0%. Parameter yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, Marshall Quotient (MQ), dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kadar optimum, campuran dengan agregat Lubuk Alung menghasilkan stabilitas 920 kg, flow 3,5 mm, VIM 3,8%, MQ 262,9 kg/mm, VMA 16,2%, VFA 76,5%, dan permeabilitas 0,25 cm/detik. Campuran Halaban menghasilkan stabilitas 865 kg, flow 3,8 mm, VIM 4,2%, MQ 227,6 kg/mm, VMA 15,8%, VFA 73,4%, dan permeabilitas 0,32 cm/detik. Kadar aspal optimum masing-masing adalah 4,40% untuk Lubuk Alung dan 4,35% untuk Halaban. Secara keseluruhan, kedua agregat dapat digunakan untuk campuran AC-WC pada kondisi pengujian penelitian, dengan campuran Lubuk Alung menunjukkan kinerja yang lebih tinggi pada parameter mekanis dan pola perubahan yang lebih konsisten.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Fadillah, N., Selpa Dewi, & Zuheldi. (2026). Perbandingan Kinerja Campuran Aspal (AC-WC) Menggunakan Agregat Dari Quarry Lubuk Alung Dan Quarry Halaban Berdasarkan Metode Bina . Rangkiang Jurnal , 2(2), 12–23. Diambil dari https://rangkiangjurnal.com/index.php/rangkiang/article/view/225