Analisis Penyebab Keterlambatan Pada Proyek Jalan Di Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Tommy Irawan Sandra
Zuheldi

Abstrak


Abstrak. Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, sering terjadi ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi, baik dari aspek waktu maupun biaya, seperti keterlambatan pekerjaan dan meningkatnya pengeluaran. Kondisi tersebut akan berdampak pada kinerja proyek yang mencakup biaya, waktu, dan mutu pekerjaan. Permasalahan serupa terjadi pada proyek rehabilitasi irigasi di Panti Rao, Kabupaten Pasaman, dimana pelaksanaan mengalami keterlambatan sehingga berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan serta realisasi pekerjaan di lapangan. Hal ini menyebabkan perlunya penyesuaian terhadap rencana anggaran melalui addendum agar pelaksanaan proyek tetap dapat berjalan sesuai dengan rencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja proyek dari sisi biaya dan waktu serta menentukan langkah yang dapat diambil ketika terjadi penyimpangan. Metode yang digunakan adalah Earned Value Method (EVM), yang mengintegrasikan indikator nilai rencana (BCWS), nilai hasil pekerjaan (BCWP), dan biaya aktual (ACWP). Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Rencana Anggaran Biaya (RAB), rekapitulasi biaya, serta laporan bulanan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada bulan pertama biaya yang dikeluarkan lebih besar dari rencana dan proyek mengalami keterlambatan. Namun, secara keseluruhan total biaya proyek sebesar Rp27.050.613.334 dengan durasi penyelesaian selama 240 hari kalender, sehingga proyek masih dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.


##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Sandra, T. I., Masril, & Zuheldi. (2026). Analisis Penyebab Keterlambatan Pada Proyek Jalan Di Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman. Rangkiang Jurnal , 2(2), 31–41. Diambil dari https://rangkiangjurnal.com/index.php/rangkiang/article/view/198