Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan Perbandingan Pasir Pantai Gandoriah dan Quarry Palembayan
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Masyarakat di daerah sekitar pantai Gandoriah, Kota Pariaman banyak memanfaatkan pasir pantai sebagai bahan campuran beton karena ketersediaannya yang melimpah dan biaya pengangkutan yang rendah. Namun, karakteristik fisik dan kimia pasir pantai sering kali tidak sesuai dengan standar agregat halus dalam SNI S-04-1989-F, sehingga berpotensi menurunkan mutu beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pasir pantai Gandoriah dibandingkan dengan pasir quarry Palembayan terhadap kuat tekan beton. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental di laboratorium dengan benda uji kubus berukuran 15 x 15 x 15 cm. rencana mutu beton adalah K-250 (20,75 MPa). Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton dengan pasir pantai Gandoriah memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 6,21 MPa pada umur 7 hari, 7,52 MPa pada 14 hari, dan 11,47 MPa pada 28 hari. Sementara itu, beton dengan pasir quarry Palembayan menghasilkan kuat tekan lebih tinggi, yaitu 14,86 MPa, 16,46 MPa, dan 20,88 MPa pada umur yang sama. Berdasarkan hasil tersebut, beton dengan Palembayan memenuhi mutu rencana K-250, sedangkan beton dengan pasir pantai Gandoriah tidak memenuhi standar tanpa perlakua khusus seperti pencucian atau penggunaan bahan tamabahan kimia.