Perbandingan Waktu Proyek Terhadap Biaya pada Kondisi Normal dan Penambahan Jam Kerja (Studi Kasus : Proyek Gedung Kuliah O Kampus II UIN Bukittinggi)

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Muhammad Rafi Alfikri
Surya Eka Priana
Febrimen Herista

Abstrak

Abstrak. Waktu dan biaya merupakan faktor utama dalam keberhasilan proyek konstruksi. Penlitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan durasi dan biaya proyek Pembangunan Gedung Kuliah O UIN Bukittinggi pada kondisi normal serta dengan alternatif penambahan jam kerja (Lembur). Metode yang digunakan adalah Critical Path Method (CPM) untuk menentukan jalur kritis, serta Time Cost Trade Off untuk menganalisis percepatan waktu terhadap perubahan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan jam kerja pada aktivitas lintasan kritis, durasi proyek dapat dipersingkat dari rencana awal 180 hari menjadi lebih efisien, meskipun mengakibatkan peningkatan biaya langsung akibat pembayaran upah jika lembur + 1 Jam dengan waktu penyelesain proyek 169 hari terjadi penambahan biaya Rp 194.172.165,33 dan upah lembur + 3 Jam dengan waktu penyelesaian proyek 153 hari terjadi penambahan biaya Rp 554.777.615,23. Namun demikian, percepatan ini memberikan keuntungan dalam mengurangi resiko keterlambatan serta biaya tidak langsung yang timbul apabila proyek melewati batas waktu kontrak. Dengan demikian, strategi penambahan jam kerja dapat menjadi alternatif dalam mengoptimalkan efisiensi pelaksanaan proyek konstruksi.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Alfikri, M. R., Eka Priana, S., & Herista, F. (2026). Perbandingan Waktu Proyek Terhadap Biaya pada Kondisi Normal dan Penambahan Jam Kerja (Studi Kasus : Proyek Gedung Kuliah O Kampus II UIN Bukittinggi). Rangkiang Jurnal , 2(1), 80–87. Diambil dari https://rangkiangjurnal.com/index.php/rangkiang/article/view/138