The Effect of Adding Coconut Fiber on Self-Curing in Normal Concrete
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Penelitian ini membahas pengaruh penambahan serabut kelapa terhadap kemampuan self-curing pada beton normal. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya kebutuhan air dalam proses curing konvensional yang seringkali menjadi kendala, khususnya pada daerah dengan keterbatasan pasokan air. Self-curing dipandang sebagai inovasi alternatif untuk menjaga kelembaban internal beton tanpa penyiraman eksternal. Serabut kelapa dipilih sebagai bahan tambah alami karena sifatnya yang menyerap air, ketersediaannya melimpah di Indonesia, serta potensinya dalam memperlambat laju penguapan air dari beton. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dengan menggunakan benda uji berbentuk kubus berukuran 15×15×15 cm. Variasi serabut kelapa yang digunakan adalah 0%, 0,5%, dan 1% dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serabut kelapa 0,5% mampu meningkatkan kuat tekan beton dengan nilai tertinggi 22,39 MPa pada umur 28 hari, melampaui beton normal. Namun, penambahan hingga 1% justru menurunkan kekuatan beton, sehingga menunjukkan bahwa penggunaan serabut kelapa harus dalam batas optimum. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa serabut kelapa dapat berperan sebagai bahan tambahan alami yang meningkatkan efisiensi self-curing sekaligus mendukung keberlanjutan konstruksi melalui pemanfaatan limbah pertanian. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan teknologi beton ramah lingkungan yang sesuai dengan kondisi lokal.