EVALUASI KINERJA PERKERASAN LENTUR DAN NILAI SISA BERDASARKAN METODE BINA MARGA 2024 MENGGUNAKAN PROGRAM KENPAVE (Studi kasus : Jln. Soekarno Hatta, Bukittinggi)
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Jalan merupakan prasarana dalam mendukung perekonomian serta berperan pentung untuk kemajuan suatu daerah. Penilitian dilakukan di Jl. Soekarno Hatta, Bukittinggi. Lebar jalan pada ruas ini yaitu 7m setiap lajur memiliki lebar 3,5m. tujuan penelitian ini untuk merencanakan tebal perkerasan lentur menggunakan MDPJ 2024 dan menganalisis kinerja struktur perkerasan menggunakan program Kenpave, dan mengevaluasi nilai sisa umur layanan perkerasan jalan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan panduan Bina Marga 2024 dan dianalisis menggunakan program Kenpave. Hasil perencanaan tebal perkerasan lentur menggunakan Bina Marga 2024, Alternatif 1 lapisan permukaan menggunakan AC-WC dengan tebal 4 cm, AC-BC setebal 7,5 cm, AC-Base dengan tebal 10 cm Adapun pada lapisan pondasi bawah digunakan LFA Kelas A dengan ketebalan 20 cm. Nilai regangan yang terjadi pada struktur perkerasan eksisting menunjukkan indikasi kerusakan struktural yang cukup signifikan. Regangan tarik horizontal sebesar 0,0001754 terjadi pada kedalaman 17,9997 cm, berpotensi menyebabkan kerusakan berupa retak lelah. pada kedalaman yang sama, terdeteksi regangan vertikal sebesar 0,0002306 yang berkontribusi terhadap kerusakan (rutting). pada kedalaman 48,0003 cm, yang berada tepat pada tanah dasar, diperoleh regangan sebesar 0,0002400, yang berisiko menimbulkan (permanent deformation). Nilai-nilai regangan tersebut menunjukkan bahwa struktur perkerasan mengalami tegangan berlebih pada beberapa lapisan.Nilai sisa umur layanan yang diperoleh pada alternatif 1 menunjukkan kerusakan akibat fatique memiliki sisa umur sebesar 98,407%. Sedangkan untuk kerusakan akibat rutting, sebesar 91,283%, dan kerusakan akibat deformasi menunjukkan nilai sisa umur sebesar 79,717%.
Kata Kunci : MDPJ 2024, KENPAVE, Perkerasan Lentur, Tebal Perkerasan.